Tintamerdeka.co.id, Lebak – Kemarau melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak terus meningkat, seperti halnya di Desa Cihara Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, faktor sulitnya air bersih pada umumnya dirasakan oleh warga mengkonsumsi air bersih dalam aktivitas rumah tangga.

Air yang merupakan sumber kehidupan manusia yang kini sulit untuk dicari, karena memang musim kemarau yang beberapa bulan ini sangat mempengaruhi sumur yang dimilik oleh warga tidak berfungsi atau kekeringan air.

Karena air merupakan sumber kehidupan yang sangat dibutuhkan warga, kini warga-pun mencari air sebagai pilihan alternatifnya adalah aliran sungai yang bersih dan jernih yang tidak tercemari oleh sampah maupun limbah. Namun ada yang berbeda diwilayah aliran sungai muara Cihara, yang dulunya bersih tanpa adanya pendangkalan sungai maupun air yang mengalir bersih, kini berubah menjadi kotor dan tidak layak untuk dikonsumsi oleh warga seperti biasanya.

Aliran sungai muara Cihara memang setiap tahunnya ketika kemarau melanda digunakan untuk kepntingan rumah tangga, warga dari Desa Cihara pada umumnya mengambil air dari aliran sungai tersebut, namun kini warga sangat kusilatan, karna satu-satunya aliran yang sering dikonsumsi masyarakat kini berubah menjadi kotor. Aliran sungai muara Cihara kini kotor dengan diduga karena adanya limbah penambangan pasir kuarsa serta pencucian pasir kuarsa milik PT. Hanasa di area lokasi Kampung Sempur Bandung Desa Cihara Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak.

Hal ini-pun sontak mendapatkan reaksi dari sejumlah warga yang memang merasa geram dengan adanya pembuangan limbah pasir kuarsa yang mencemari aliran sungai muara Cihara tersebut.

Ketua Karang Taruna Desa Cihara Hani Irawan, menuturkan kesalnya terhadap limbah pembuangan pasir kuarsa, “saya sangat geram dengan adanya limbah pasir kuarsa yang mencemari aliran sungai muara Cihara, padahal jelas-jelas warga saat ini sangat kesulitan untuk mencari air bersih karena musim kemarau, lagi-lagi ini aliran sungai yang setiap tahunnya kami konsumsi dikala kemarau tiba, kini menjadi kotor dan menyebabkan pendangkalan,” tegas Hani pada juma’t, (15/9/2017).

“Kami harap pemerintah menindak perusahaan yang jelas-jelas merugikan masyarakat, ini sangat membebani warga dikala musim kemarau seperti ini, itu aliran sungai setiap tahunya kami konsumsi untuk kebutuhan rumah tangga warga, kami minta pemerintah menindak tegas masalah ini,” pintanya.

Hingga berita ini diturunkan, sementara saat menghubungi Muspika Kecamatan Cihara, saat ini belum ada jawab hingga tindakan untuk penyetopan limbah pasir kuarsa tersebut. (Sm/Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here