Syuting Film ‘Love For Sale’ yang Dibintangi Gading Marten, Mengukir Cerita Pilu!

0
3901

Tintamerdeka.co.id, Lebak – Sebuah film bioskop yang berjudul ‘Love For Sale’ yang dibintangi oleh presenter sekaligus pemain film Gading Marten yang semenjak tanggal 30 Augustus syuting film dimulai. Gading Marten dalam film bioskop ini berperan sebagai Richard sebagai pemeran utama.

Seperti yang dilansir oleh Kumparan, Richard dalam sebuah film bioskop ‘Love For Sale’ yang diperankan tokoh oleh Gading Marten ini berkisah seorang jomblo akut selama 20 tahun, ditambah film bioskop ‘Love For Sale’ ini ditargetkan tayang pada bulan Febuari 2018.

Syuting yang dilakukan di kawasan Bogor dan Jakarta sejak dimulai 30 Agustus 2017 selama 20 hari ke depan. Tidak hanya di kawasan Bogor dan Jakarta, sebab salah satu latar dalam adegan syuting film ini diambil lokasi di daerah Banten Selatan yaitu pesawahan Pagelaran Kecamatan Malingping dan Bukit Sodong di Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak yang memang menjadi salah satu lokasi syuting terakhir dari film bioskop ‘Love For Sale’.

Pengambilan latar adegan syuting film ini memang menjadi menarik setelah syuting yang terakhir dilalukan di daerah selatan Provinsi Banten, syuting film terakhir ini dilakukan di daerah yang memang masih jarang dilakukan untuk tempat syuting film? apa mungkin karna pasangan adu aktingnya Della Dartyan, Finalis Puteri Indonesia 2013 asal Banten? apa memang daerah di Banten Selatan berlahan-lahan menjadi daya tarik publik figur yang beken untuk mengunjungi daerah wisata di Banten Selatan yang memang masih kurang terdengar oleh para wisatawan domestik hingga manca negara.

Nah, di Banten Selatan mungkin sudah saatnya terjamah oleh para artis papan atas serta tokoh-tokoh penting guna untuk memperkenalkan daerah yang berada di Banten Selatan khusunya, karena dengan hal seperti itu bisa mengangkat objek wisata di Banten Selatan seperti Pantai Bagedur, Pantai Pasir Putih (Pasput) Cihara, hingga objek wisata yang sudah dikenal luas seperti Pantai Sawarna. Mungkin dengan adanya para publik figur seperti itu akan memeperkenalkan objek wisata Banten Selatan kepada para wisatawan domestik bahkan manca negara.

Dengan keberadaan syuting film biskop ‘Love For Sale’ yang terakhir diambil di Banten Selatan ini mengundang kebanggaan masyarakat di Banten Selatan khususnya. Lantaran saat syuting warga berbondong-bondong melihat secara langsung dan sontak ramai di posting oleh Warganet Banten Selatan di jejaring sosial internet.

Wah, warganet tidak sabar menunggu ukiran cerita pilu dari terakhir syuting film ‘Love For Sale’ ini, seperti apa sih? ayo simak.

Syuting film terakhir bioskop ini memang dilakukan di daerah Banten Selatan, warganet-pun di Banten Selatan heboh dengan komentar terhadap postingan Gading Marten di jejaring sosial Instagram.

Percakapan warganet dalam berkomentar dalam postingan Gading Marten, (Sumber Foto: Screenshot Instrgram).

Seperti komentar @yulisfitha15: Pantesan tadi siang lewat ke Cihara banyak mobil parker di deket jalan rusak, ternyata Mas @Gadiiing toh yang shoot, semoga makin di kenal banten selatanya @lebakunique. Komentar dengan kesan bangga.

Lalu komentar @faiz.bin.yusuf: Pasput Lebak Banten mas brok. Komentar yang menyatakan daerahnya.

Akun @aku_yoans.p berkomentar: lagi di malingping ya? @Gadiiing. Komentar menanyakan.

Dengan ramainya warganet Banten Selatan khusunya dalam berkomentar atas postingan foto Gading Marten di akun Instragram miliknya yang memang berposting foto di Bukit Sodong di Puncak Pantai Cihara.

Warganet sontak ramai dengan kebanggannya karena daerah Banten Selatan dijadikan area syuting film ‘Love For Sale’ terakhir di Banten Selatan. Namun menjelang sore hari berbalik 180 derajat kira-kira hehehe, warganet jadi ramai dengan kejadian laka laut yang mengakibatkan Wahyu Triyogo 35 tahun asal Kendal-Jawa tengah hanyut terseret ombak Pantai Selatan Banten di Pantai Pasir Putih (Pasput) Cihara Kabupaten Lebak, Banten. Minggu, 17 September 2017.

Sepertinya selasainya penggarapan film ini menjadi cerita pahit, karena Wahyu Triyogo ini merupakan salah satu Kru film ‘Love For Sale’ yang hanyut terseret ombak dan sampai saat ini masih belum ditemukan. Wahyu Triyogo mungkin sepertinya menjadi tumbal dalam suksesnya syuting film ini? Wah, kira-kira itu hanya asumsi belaka saja yah, karenanya maut itu rahasia Tuhan dan manusia tidak ada yang mengetahui maut sesorang.

Ha ini-pun menjadi ramai kembali warganet dalam berkomentar dalam postingan akun Intrgram milik Gading Marten dengan pertanyaan seperti ini komentarnya.

Komentar warganet terhadap postingan foto Gading Marten yang di posting di Instrgram, (Sumber Foto: Screenshot Instrgram).

Akun milik @sri_wahyuni_027: @gadiiing katanya tadi kruu yang bareng abis shooting di pantai Selatan ada yang tenggelam dan sekarang korban ditemukan, saya asli orang sini. Komentar menanyakan kejadian laka laut.

Lalu akun milik @nopan_sofiana: @gadiiing itu yang tadi crew tenggelam pasti ketemunya 7 yang akan datang soalnya kejadian seperti itu sering terjadi dan saya asli anak sini. Komentar memberikan informasi.

Syuting film terakhir ‘Love For Sale’ di Banten Selatan mungkin mengukir cerita pilu, sebab warga di Banten Selatan selain ramai dan bangga dengan adanya syuting film terakhir di daerahnya, namun berbeda dengan Gading Marten serta Kru film ini, telah mengukir ceita pilu, lantaran selain selasai syuting film terakhir ini, rekan kerja atau tim salah satu dari mereka harus menimpa nasib kurang baik dengan kejadian hanyutnya terseret ombak Kru film ‘Love For Sale’ Wahyu Triyogo yang akhirnya menajdi cerita pilu dari selesainya film tersebut.

Penulis : Ersya Augusta Golda

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here