Tintamerdeka.co.id, Serang – Penolakan cinta yang dilakukan Siti Marhatusholikhat usia (18 tahun) warga Kampung Cibuah Desa Cikeusal Kecamatan Cikeusal Kabupaten Serang-Banten, berujung kematian.

Peristiwa yang menggegerkan wilayah setempat, bermula pada Kamis 30, November 2017 sekitar pukul 20.30 WIB. Pelaku kejam pembunuhan tersebut merasa sakit hati, pelaku langsung naik darah dengan menarik korban usai pernyataan cintanya ditolak. Aksi nekatnya, ER dibantu 3 temannya, yaitu DS usia (23 tahun,) R usia (30 tahun) dan RD usia (28 tahun) menyeret korban ke pinggir sungai.

Dari informasi yang dihimpun wartawan. Korban mengalami retak pada tengkorak belakang, patah pada rahang dan tulang hidung. Tidak berhenti disitu, pelaku lagi-lagi menyetubuhi jasad korban yang sudah tak bernyawa. Padahal korban sudah meninggal tapi pelaku masih menyetubuhi korban.

Dikatakan Kapolres Serang AKBP Wibowo tentang kronologis kejadian. Sebelumnya, korban dikabarkan menghilang pada tanggal 30 November 2017. Setelah beberapa hari, dan pada tanggal 13 Desember sekitar pukul 16.49 WIB ditemukan mayat sekitar 500 meter dari lokasi pertemuan korban dan pelaku di Sungai Cibongor, Cikeusal, Kabupaten Serang.

“Penemuan jasad korban tersebut sangat identik dengan ciri-ciri korban yakni mengenakan kaos putih saat meninggalkan rumah dan mengenakan cincin yang sama dengan milik korban. Berbekal informasi yang ada, Tim Opsnal Polres Serang yang langsung dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Serang AKP Gogo Galesung dapat menangkap para pelaku,” ujar AKBP Wibowo saat pers release di Mapolres Serang, Jumat, 15 Desember 2017.

Sebelumnya, selang satu hari mendapatkan laporan kehilangan pihak kepolisian melakukan kegiatan penyelidikan, setelah mendapatkan informasi akurat Kepolisian menangkap empat orang pelaku pembunuhan, dengan inisal ER.

“Untuk menghilangkan jejak, para pelaku dibantu RD (28) yang baru datang kemudian berupaya mengubur korban dengan cara menenggelamkan tubuh korban ke dalam sungai Cibongor. Tubuh korban ditelentangkan ke dalam air kemudian dipalang dengan bambu supaya jasad tidak menyembul ke permukaan air,” paparnya.

Atas perbuatannya, menurut Wibowo, para pelaku diancam hukuman minimal 20 tahun penjara maksimal seumur hidup kurungan. (SM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here