Foto: kendaraan angkutan bahan baku semen merah putih PT Cemindo Gemilang saat melintasi jalan Nasional Bayah-Cibareno.

Tintamerdeka.co.id, Lebak – Pabrik semen merah putih PT Cemindo Gemilang di Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak-Banten dituding perusahaan bandel. Pasalnya, perusahaan tersebut terus memonopoli ruas jalan Nasional Bayah-Cibareno hingga rusak parah sejak berdirinya pabrik sekitar tahun 2013 yang lalu hingga sekarang masih rusak parah.

“PT Cemindo Gemilang selaku pemilik produk semen merah putih dinilai perusahaan bandel dan tidak taat aturan. Pasalnya, jalan nasional Bayah – Cibareno yang bukan diperuntukkan untuk aktivitas angkutan bahan baku semen merah putih terus dimonopoli oleh perusahaan hingga rusak parah berkilo-kilo meter dan hampir 4 tahun kondisinya memprihatinkan” kata Suhendi Sekjen Aliansi Muda Banten Selatan (AMBS). Sabtu (17/3/2018).

Padahal menurut Suhendi, aksi protes kecaman hingga larangan dari pihak pemerintah terhadap pihak perusahaan semen merah putih sering dilakukan karena jelas melanggar aturan tentang jalan. “Dari kapasitas muatan sudah lebih dari 8 ton bahkan dari pantauan terlihat muatan bisa lebih dari 20 ton setiap angkutnya, ini jelas tidak sesuai dengan kapasitas jalan. PT Cemindo Gemilang sudah jelas memonopoli jalan dengan aktivitas angkutan bahan baku semen merah putih yang lalu lalang menggunakan jalan tersebut hingga mengakibatkan rusak parah” jelasnya Suhendi.

Sebelumnya, Kepala BBPJN VI wilayah Banten-DKI Jakarta-Jawa Barat, Atyanto Busono mengancam bahwa BBPJN akan tindak tegas pabrik semen merah putih kalau mereka masih ngotot menggunakan jalan nasional tersebut, alasannya jelas Atyanto mengatakan beban muatan dari angkutan pabrik semen melebihi kapasitasnya. “Over load itu, tidak boleh menggunakan jalan nasional maka akan kami tindak. Secepatnya akan kami dimulai pembangunannya” jelasnya beberapa waktu lalu.

Seperti diketahui, hingga saat ini PT Cemindo Gemilang terus menambah ruas jalan nasional dan dimonopoli untuk akses angkutan bahan baku semen dari area tambang quarry 2 ke quarry 1 layaknya jalan tambang sehingga mengakibatkan ruas jalan nasional Bayah-Cibareno kian bertambah rusak. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here