Pedagang Kaki Lima (PKL) saat melakukan aksi demonstrasi di Pusat Pemerintahan Kota Serang. Foto/Tintamerdeka

Tintamerdeka.co.id Serang – Pedagang Kaki Lima (PKL) melakukan aksi demonstrasi di Pusat Pemerintahan Kota Serang. Aksi tersebut dilaukan setelah hampir dua bulan PKL tidak bisa berjualan di Area Stadion Maulana Yusuf, dan direlokasi ke daerah Kepandean.

Kordinator aksi, Arman mengatakan, aksi demonstrasi yang dilakukan pada hari ini merupakan bentuk kekecewaan para PKL yang berada di Stadion Maulana Yusuf, terhadap Pemkot Serang.

“Terhitung dari 2 Januari 2018, para PKL resmi digusur sampai saat ini. Banyak kendala dan masalah keluarga yang sering kita alami,” katan Arman dalam orasinya. Rabu, (20/02/2019).

“Dampak yang kita alami mulai dari pembayaran kontrakan yang menunggak, hingga cicilan-cicilan yang kami tidak sanggup membayarnya,” tambahnya.

Arman menjelaskan, sebelum aksi ini. Pihaknya telah menempuh berbagai jalur perjuangan untuk mendapatkan izin berjualan kembali di Area Stadion Maulana Yusuf. Mulai dari berkirim surat kepada Pemkot Serang dan DPRD Kota Serang, hingga audiensi dengan anggota DPRD kota Serang.

“Kami sudah mengirim surat ke Pemkot Serang dan DPRD kota Serang. Lobi-lobi yang kita lakukan dalam audensi yang berlangsung dua kali di DPRD kota Serang, tidak berujung cantik dan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. (SM/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here