Dampak Tsunami, Pajak Hotel dan Restoran Menurun 50 Persen di Pandeglang

0
156
Foto : Rapat Koordinasi Pengendalian Pajak Daerah triwulan I di Hotel S’Rizki.

Tintamerdeka.co.id Pandeglang – Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Utuy Setiadi mengatakan Pemkab Pandeglang kehilangan potensi pendapatan pajak restoran, hotel, air tanah sebesar 50 persen, hal tersebut di akibatkan bencana tsunami yang melanda Kabupaten Pandeglang beberapa bulan lalu. Hal itu diungkapkan Utuy saat menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Pajak Daerah triwulan I di Hotel S’Rizki, Kamis (25/4/2019).

Ia menambahkan kehilangan potensi pendapatan pajak tersebut, yang pertama dikarenakan wajib pajak restoran, hotel, air bawah tanah adalah para pengusaha hotel, karena banyak para pengusaha hotel melakukan recovery, diantaranya membangun hotel dan prasarana lainya pasca bencana tsunami hal itu tentunya membutuhkan waktu.

Lebih lanjut Ia mengatakan selain itu ada kesulitan bagi Pemerintah daerah mengembalikan kepercayaan wisatawan.

“Jadi pajak itu harus berbanding lurus dengan kunjungan wisatawan, kunjungan wisatawan banyak, tingkat hunian hotel tinggi tentunya akan menghasilkan pajak yang besar, karena potensi pajak terbesar kita adalah di sektor pariwisata di sekitar kawasan Carita dan Panimbang sedangkan wilayah tersebut terdampak bencana tsunami saat ini,” terangnya.

“Maka dari itu untuk menyikapi permasalahan tersebut, Pemerintah daerah memberikan insentif kepada para pengusaha hotel yang terdampak bencana tsunami, adapun insentif yang diberikan Pemerintah daerah yaitu pajaknya kita kenakan hanya 50 persen, ini untuk membantu mereka para pengusaha hotel,” tandasnya.

Dalam kesempatan Rakor tersebut, Sekretaris daerah Pery Hasanudin mengatakan pendapatan pajak daerah yang paling tinggi adalah di sektor pariwisata, untuk mengoptimalkan kembali pendapatan di sektor pajak, Pemerintah daerah terus berupaya menghidupkan kembali dunia pariwisata dengan meyakinkan kepada publik terutama para investor,dan wisatawan, bahwa Kabupaten Pandeglang pasca bencana tsunami beberapa bulan yang lalu telah kembali aman,” kata Fery.

Lebih lanjut Ia mengatakan Pemerintah Pusat, Pemrov Banten dan Pemkab Pandeglang telah mengambil langkah-langkah yang konkrit untuk kembali meningkatkan pendapatan daerah di sektor pariwisata. (DN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here