Pastikan Pegawai di Bulan Ramadhan, Gubernur WH Sudah Pantau dari Subuh

0
346
Foto : Gubernur Banten Wahidin Halim saat memantau pegawai di Lingkungan Pemprov Banten.

Tintamerdeka.co.id Serang – Selasa, (7/5/2019) adalah hari pertama penerapan jam kerja baru, selama Ramadhan 2019. Pegawai dilingkungan Pemprov Banten mulai masuk jam kerja baru yakni mulai pukul 06.00 hingga 12.30 WIB.

Untuk mastikan penerapan peraturan jam kerja tersebut, Gubernur Wahidin Halim (WH) melakukan sidak guna melihat kondisi anak buahnya. Pagi buta setelah shubuh, WH berkeliling mengunjungi beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di KP3B, Curug, Kota Serang pada Selasa (7/5/2019). Tidak hanya sidak, WH juga memberikan semangat kepada pegawai, hingga dirinya menyempatkan diri untuk memimpin doa di setiap OPD yang didatanginya.

Berdasarkan pantauan, WH berkeliling mulai 05.30 WIB bermula di Dinas PUPR Provinsi Banten, kemudian berlanjut ke Dinas Sosial, Dinas Pariwisata, Dinas Pendidikan, Badan Pendapatan Daerah, Gedung SKPD Terpadu, hingga gedung Sekretariat Daerah Provinsi Banten. Dari setiap kunjungannya ke OPD tersebut, WH mendapati para pegawai sudah ramai dan memadati kantornya.

“Saya merasa senang dan kagum kepada para pegawai bisa tetap aktif beraktifitas meskipun dalam kondisi berpuasa dan mampu beradaptasi dengan jam kerja baru yang ditetapkan kemarin. Namun, agar jam kerja yang baru tidak memberatkan dan menyulitkan pegawai dalam menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.

WH juga menanyakan para pegawai yang tempat tinggalnya di luar Serang, seperti Lebak, Tangerang, Pandeglang dan Cilegon. Para pegawai tersebut menyatakan bahwa meskipun berangkat lebih pagi dari rumah menuju kantor, namun tidak membuatkan kesulitan. Bahkan, mereka mengaku lebih bugar dan tidak perlu mengalami kemacetan jalan raya seperti pada hari-hari biasa.

“Kalo rumahnya diluar Serang, ya adaptasi sedikit. Malah ga kena macet kan,” katanya.

Sementara pegawai yang tempat tinggalnya di sekitar Kota Serang terutama kaum ibu mengaku senang dengan jam kerja baru selama bulan ramadhan ini. Karena, mereka memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan makanan berbuka puasa namun tetap bisa bekerja dalam kondisi tubuh lebih fit.

WH mengatakan, perubahan jam kerja baru tersebut sengaja diterapkannya karena ingin membiasakan para pegawai Pemprov dapat datang lebih bagi sehingga pada bulan-bulan lainnya tidak ada lagi pegawai yang telat datang.

“Kebiasan berangkat kerja pagi hari ini terbukti memberikan dampak positif seperti tubuh yang lebih fit, wajah lebih segar dan bekerja lebih semangat. Saya mengingatkan agar sebelum memulai pekerjaan untuk membiasakan diri membaca al-qur’an, berdzikir dan ibadah lainnya,” pintanya.

“Saya dulu waktu jadi staf di Kota Tangerang selalu berangkat dari rumah mertua di Jakarta shubuh dan setengah 6 itu sudah di kantor. Tukang sapu itu sampai hafal dan sampai sekarang bersahabat dengan saya, dan alhamdulillah sampai sekarang saya masih begitu. Dan biasakan memulainya dengan berdoa, membaca al-qur’an dan berdzikir agar yang kita lakukan berbuah berkah,”terangnya

Gubernur WH berharap, para pegawai dapat konsisten menjalankan kebiasaan ini agar lebih sehat dan produktif. Namun, EH tetap memberikan pemakluman kepada para pegawai yang terlambat dikarenakan kondisional tertentu yang terpaksa membuat pegawai datang terlambat. Asalkan, alasan keterlambatan tersebut tidak dibuat-buat atau jujur adanya.

“Misal karena rumahnya terlampau jauh, sakit atau ada hal mendesak yang penting, saya maklumi asal tidak bohong, bukan pura-pura. Ini kan bulan baik jangan kotori dengan perilaku yang tidak baik. Pegawai saya jangan ada yang jadi tukang bohong,” tuturnya.

Beberapa Kepala OPD yang kantornya dikunjungi Gubernur menyatakan bahwa tingkat kehadiran pegawai hari ini sangat tinggi meskipun harus datang sebelum jam 06.00 WIB. Mereka mengaku merasa terbantu karena sejak pagi hari sudah bisa melaksanakan pekerjaan dengan hasil yang maksimal.

“Alhamdulillah kehadiran mencapai 90 persen, bahkan semua bisa mulai bekerja dengan baik,” ujar Kepala Bapenda Banten Opar Sochari.

Begitupun yang dikatakan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Banten Irvan Santoso. Ia mengaku lebih merasa segar dan fit saat melakukan rapat, taraweh keliling dan kegiatan rutin lainnya. “Lebih fresh badannya, rapat dan kegiatan lainnya lebih fokus,” ujarnya.

Kepala BKD Provinsi Banten Komarudin menyatakan bahwa berdasarkan pantauan melalui mesin absensi, pengecekan langsung di lapangan dan konfirmasi setiap OPD, tingkat kehadiran pegawai hingga pukul 06.10 WIB rata-rata mencapai 90 persen kecuali Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Bapenda. Dikarenakan pada ketiga OPD tersebut terdapat UPT, rumah sakit dan sekolah yang jam kerjanya berbeda. Terkait kekhawatiran masyarakat terhadap pelayanan publik atas pemberlakuan jam kerja baru, Komarudin mengatakan telah disusul surat edaran Sekda tentang OPD yang pekerjaannya bersifat pelayanan publik jam kerjanya tetap atau bisa diatur oleh kepala UPT masing-masing.

“Termasuk untuk yang lokasinya jauh, itu silahkan boleh, yang penting satu minggu itu minimal 32,50 jam,” katanya.

Komarudin juga mengatakan bahwa berdasarkan pantauannya, pegawai yang datang pagi tetap beraktifitas normal dan langsung bisa bekerja. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here