Lambat Bayar THR, Sanksinya Tambahan 5 Persen dari THR yang Diterima

0
198
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Serang, Ahmad Benbela Foto/Tintamerdeka

Tintamerdeka.co.id Serang – Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kota Serang, Ahmad Benbela mengatakan, sangsi bagi perusahaan yang tidak memberikan THR bagi Karyawan pada H-7, yakni berupa tambahan THR sebanyak 5 persen dari THR yang harus diterima.

Hal itu dikatakan Benbela saat ditemui seusai melakukan pendampingan moitoring THR yang dilakukan Walikota dan Wakil Walikota Serang, di RSU Sari Asih, Kamis (23/5/2019).

“Artinya sangsinya itu adalah tambahan persentase THR, sebesar 5 persen. Apabila perusahaan terlambat memberikan THR pada H-7,” ujarnya. Benbela menambahkan.

“5 persen itu ditambahkan dengam yang seharusnya diterima, dakumulasikan. Kasihkan,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sangsi itu merupakan sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomer 78 tahun 2015. bahwa kebijakan pengupahan diarahkan untuk pencapaian penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi Pekerja/Buruh.

Penghasilan yang layak sebagaimana dimaksud merupakan jumlah penerimaan atau pendapatan Pekerja/Buruh dari hasil pekerjaannya sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup Pekerja/Buruh dan keluarganya secara wajar. PP ini menegaskan, bahwa tunjangan hari raya keagamaan wajib diberikan oleh Pengusaha kepada Pekerja/Buruh., dan dibayarkan paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum hari raya keagamaan.

Benbela menegaskan, tidak ada alasan bagi perusahaan untuk tidak memberikan THR. Jika dulu pemerintah hanya sebatas himbauan saja, tetapi untuk saat ini sifatnya wajib dan harus. “Ya minimal mengikuti UMK, ada batasan minimalnya,” ujarnya. (SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here