Kecam Kekerasan Pada Jurnalis Saat 22 Mei, Jumsera Gelar Aksi Solidaritas

0
319
Foto : Belasan awak media yang tergabung dalam Jurnalis Muda Serang Raya (Jumsera) menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kota Serang.

Tintamerdeka.co.id Serang – Belasan awak media yang tergabung dalam Jurnalis Muda Serang Raya (Jumsera) menggelar aksi unjuk rasa di Alun-alun Kota Serang, Senin (27/5/2019).

Korlap aksi, Juanda mengatakan, aksi ini dilakukan guna mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengusut tuntas kekerasan terhadap jurnalis oleh oknum aparat kepolisian, dan massa aksi saat melakukan peliputan pada 22 Mei 2019.

“Di tengah maraknya kabar hoaks terkait aksi 22 Mei, mereka terus berupaya untuk menyampaikan fakta dan menyajikan berita yang akurat. Namun yang mereka dapat adalah intimidasi dan presekusi, baik dari masa aksi maupun dari oknum aparat,” katanya, dia menambahkan.

“Mereka dipukul, handphonnya dirampas, rekaman videonya dihapus, bahkan kendaraan mereka ada yang dibakar. Ini adalah upaya penghalangan terhadap kerja jurnalis yang harus dilawan,” imbuhnya.

Untuk itu, massa aksi meminta kepada Kapolri agar kasus ini diusut tuntas. Karena perbuatan yang dilakukan aparat kepolisian maupun massa aksi, dinilai telah masuk pada pelanggaran pidana.

Sebagaimana yang diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers, terang Juanda, setiap orang yang menghalangi kebebasan pers diancam penjara maksimal dua tahun, dan denda maksimal Rp500 juta.

“Usut tuntas kekerasan terhadap jurnalis agar menjadi sebuah efek jera, sehingga ke depan, baik masyarakat maupun aparat kepolisian dapat menghormati dan mendukung iklim kemerdekaan pers dan tidak ada lagi pihak yang menghalangi kerja jurnalis di lapangan.” tukasnya. (SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here