Foto : Gedung MDTA Al-Islah Situpotong, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

Tintamerdeka.co.id Pandeglang – Kondisi Sekolah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Al-Islah Situpotong, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang sangat memprihatinkan. Keterkejutan mahasiswa Universitas Mathlaul Anwar (UNMA) Banten saat mendatangi lokasi. Mendapati 4 ruang kelas tersebut kini beratapkan asbes yang sudah tidak baik, dinding  yang terbuat dari anyaman bambu pun mulai bolong-bolong karena lapuk, jendela kelas hanya menggunakan kawat yang sudah berkarat, sementara lantai kelas sudah retak-retak.

Kepala sekolah MDTA Al-Islah Situpotong, Amri (60) mengatakan, sejak didirikan pada 1998 sekolah tersebut belum tersentuh perehaban. Bukan tidak pernah berupaya mengajukan proposal bantuan ke Departemen Agama (Depag) Kabupaten Pandeglang. Tetapi sampai saat ini usahanya belum menemukan titik terang. Meski begitu diceritakan Amri, para murid tetap terlihat semangat walau harus belajar diatas meja dan kursi yang terbuat dari kayu berkualitas rendah.

Dia berharap, dengan kondisi sekolahnya itu, pemerintah dapat memberikan bantuan perehaban agar para muridnya dapat belajar dengan nyaman. Amri mengungkapkan, jumlah murid di MDTA Al-Islah Situpotong sebanyak 92 orang dengan 4 tenaga pengajar. Adapun honor para guru yakni sebesar Rp 50.000/ bulan. Honor itu didapat dari iuran SPP sejumlah Rp 4.000/ bulan dari per stau murid.

Baca Juga: Gedungnya Hanya Alakadar, Siswa MA di Cigemblong Tetap Semangat Belajar

“Saya berharap ada bantuan dari pemerintah Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ataupun Pemerintah Pusat. Sehingga kondisi sekolah yang tidak layak ini dapat segera direhab. Kami sudah mencoba mengajukan ke Depag, namun sampai saat ini belum ada bantuan yang turun,” ucapnya, Rabu (17/07/2019).

Sementara Winda Tri Mulyani (23), Mahasiswi UNMA Banten mengatakan, kunjungannya ke sekolah tersebut merupakan bagian dari program kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukamulya. Winda menuturkan, keadaan sekolah yang keseharusannya memiliki suasana nyaman guna memberikan semangat bagi para siswa dan siswi saat belajar, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

“Di sekolah sangat terlihat sekali bagaimana media pembelajaran dan fasilitas tidak begitu mendukung, dan serba kekurangan. Tetapi saya sangat bangga ketika melihat para siswa dan siswi terlihat begitu semangat dalam belajar. Saya berharap Pemerintah terkait dapat memperhatikan dan segera memberikan bantuan,” ujarnya. (SM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here