Cendrung Sporadis, Aktivis Banten Ini Sayangkan Aksi Mahasiswa di DPR

0
733

Foto : Aktivis Banten, Teguh Pati Ajidarma

Tintamerdeka.co.id Lebak – Aksi massa yang digelar berbagai kampus di depan gedung DPR RI, Senayan, Jakarta sangat disayangkan oleh Teguh Pati Ajidarma salah satu aktivis Banten. Aksi yang di gelar pada hari Selasa (24/09) cenderung sporadis tanpa melakukan kajian yang tepat.

Dalam unggahan statusnya di media sosial bahwa gerakan mahasiswa lebih cenderung terpovokasi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

“DPR hari ini kan sedang melaksanakan paripurna RUU Karantina Hewan, Ikan dan Pertumbuhan itu yang pertama. Yang kedua RUU sistem budi daya pertanian lanjutan dan yang terakhir RUU tentang Pondok Pesantren,” tegas Teguh melalui keterangan tertulisnya yang di terima Tinta Merdeka, Selasa (24/9/2019).

“Dalam hal ini kan yang lebih mencuat diangkat oleh mahasiswa tentang RKUHP dan RUU KPK. RKUHP sudah di batalkan oleh presiden, RUU KPK sudah disahkan. Lalu, apa esensi aksi hari ini? Melakukan pressing eksternal kan belum waktunya.” Tambahannya.

Teguh juga sangat kecewa dan menyayangkan terhadap mentor insan cendekia para intelektual muda selaku penerus bangsa yang berusaga melakukan propokasi untuk turun kejalan tanpa memberikan materi yang jelas.

“Kemudian ada beberapa dosen yang sampai menggaransikan nilai lah, mendukung lah dalam proses-proses demikian. Padahal, peran dosen seharusnya mendampingi dan memberikan karya-karya ilmiah sesuai perundang-undangan. Bukan cenderung lebih mempropokasi teman-teman mahasiswa untuk turun kejalan tanpa landasan empirik yang jelas,” ujar Teguh.

“Saya hanya khawatir, gerakan-gerakan mahasiswa hari ini cenderung terpolitisir oleh oknum-oknum tertentu. Jangan bilang tidak terpolitisir. Politik itu sifatnya claim. Jadi susah. Mau tidak mau teman-teman mahasiswa masuk dalam peta politik di Indonesia,” timapalnya.

Teguh juga sangat mengapresiasi gerakan teman-teman mahasiswa untuk turun kejalan mengawal RUU walaupun tidak tepan sasaran.

“Saya sangat mengapresiasi teman-teman semua mau mengawal RUU walaupun tidak tepas sasaran. Inikan akibat oknum-oknum pelacur gerakan yang akhirnya bermuara pada isu pilpres. Intinya jaga keselamatan juga moralitas. Karna masa depan bangsa ada di tangan mahasiswa. Untuk kemudian berhati-hati.” Tegasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here