Pendemo minta Bupati Lebak Turun Atasi Debu Proyek Jalan Kabupaten

0
420

Foto : Masa aksi di Kantor Kecamatan Wanasalam

Tintamerdeka.co.id Lebak – Masa aksi unjuk rasa yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Lebak Selatan (AALS), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kecamatan Malingping dan kantor Kecamatan Wanasalam. Dalam aksinya tersebut, masa meminta agar Bupati Lebak segera turun tangan mengingat sudah hampir satu bulan masyarakat disuguhi debu.

Sudarmanto, salah satu masa aksi meminta kepada Bupati Lebak untuk segera memberikan teguran kepada pihak pelaksana.

“Saya harapkan Pemerintahan Kabupaten Lebak segera memberikan teguran kepada pelaksana proyek jalan Kabupaten Lebak ruas Bolang – Wanasalam yaitu CV. Java Mutiara Karya Utama dan CV. Putra Jaya Lestari karena membiarkan jalan tersebut berdebu,” ujar Sudamarto disela-sela aksinya.

Baca Juga: Keluhkan Debu Proyek Jalan Bolang – Wansalam, Aktivis Lebak Selatan Gelar Aksi

Di tempat terpisah, H. Misjaya salah satu masyarakat Wanasalam mengungkapkan, akibat dampak debu tersebut, ia mengaku merasakan gatal juga sesak pernapasan.

“Kami mah udah tidak kuat, selain gatal debu ini juga menyebabkan sesak. Pokonya rugi masyarakat gak kuat pokonya, kami nyiram jalan tiap hari, warung warung juga tutup akibat debu,” tuturnya Misjaya warga Kecamatan Wanasalam itu.

Ia juga mengatakan bahwa selama hampir satu bulan, tidak ada penyiraman jalan guna meminimalisir debu.

“Teu aya penyiraman hanya saya doang yang nyiram, gera di aspal ulah ngadaharan lebu bae iye masyarakat (tidak ada penyiraman hanya saya doang yang nyiram, cepat aspal jangan memakan debu ajah kami masyarakat),” ujarnya.

Selain itu, tuntutan yang disampaikan masa aksi kepada pihak pelaksana proyek CV. Java Mutiara Karya dan CV. Putra Jaya Lestari sebagai berikut.

Foto : Massa aksi saat di depan Kantor Kecamatan Wanasalam

Pertama, segera menyelesaikan pekerjaan secara tepat waktu agar debu akibat dampak aktifitas proyek tidak berkepanjangan dan menganggu pernafasan warga sekitar.

Kedua, menuntut pihak pelaksana segera melakukan penanggulangan debu, berupa upaya penyiraman untuk mengurangi intensitas debu.

Keempat, kami menduga konsultan pengawas pengawas CV. Putra Jaya Lestari terkesan lalai dan tidak melakukan upaya teguran terhadap pihak pelaksana proyek yang tidak memperatikan limit waktu rencana kerja dalam progres pelaksanaan.

Kelima, kami mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang melakukan teguran terhadap pelaksana dan konsultan pengawas jika pihak pelaksana tidak memperatikan limit waktu rencana proyek tersebut.

Dan Keenam, apabila tuntutan kami tidak segera dilaksanakan, kami akan aksi ke PUPR dan Bupati Lebak dengan jumlah masa yang sangat banyak. (Rudi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here