Tintamerdeka.co.id – Menjadi seorang pimpinan dalam Pemerintahan Desa, berati harus siap memajukan, melayani dan dikritik oleh masyarakat. Karena itu adalah sebuah amanah yang diberikan langsung melalui sistem pemilihan oleh masyarakat desa.

Seperti halnya Mulyadi, Kepala Desa Karang kamulyaan Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak ini. Ia selalu berusaha memberikan pelayanan sebaik-baiknya pelayanan terhadap masyarakat.

“Saya pribadi selalu menekankan kepada anak buah saya di Pemerintahan Desa, untuk selalu melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya. Bahkan saya setiap per dua minggu sekali selalu keliling ke setiap Kampung untuk menanyakan langsung kekurangan apa yang perlu diperbaiki dalam pelayanan kepada masyarakat,” katanya saat ditemui di Kantor Desanya Minggu/24/08/20.

Kades Mulyadi memakai batik merah

Kades yang selalu aktif dalam kegiatan sosial itupun, tidak pernah anti terhadap kritikan siapapun.

“Saya tidak pernah anti terhadap kritik, tapi justru karena kritikan itulah kita tau apa yang harus kita perbaiki, ” tambahnya

Bahkan, untuk gajihnya saja sebagai Kepala Desa, ia bagikan lagi untuk para lansia, warga kurang mampu dan para guru ngaji.

“Untuk gajih saya, saya ambil 10 bulan atau pas hari raya, jadi saya bagikan lagi kepada masyarakat yang kurang mampu, lansia dan para guru ngaji, ” imbuhnya

Poto : Kades Mulyadi Tengah

Untuk itu, ia berprinsip bahwa amanah adalah sebuah kepercayaan yang harus di pertanggungjawabankan dengan kerja dan pelayanan terhadap apa saja yang masyarakat butuhkan.

“Amanah ini kan dari masyarakat, maka kita tidak boleh mengecewakan itu dan harus dipertanggungjawabkan dengan kerja jujur, ikhlas dan utamakan pelayanan,” tukasnya (Advertorial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here