Tintamerdeka.co.id – Politisi PPP Lebak Musa Weliansyah melakukan giat ke beberapa desa di Kecamatan Wanasalam dan Malingping Kabupaten Lebak.

Dalam giatnya, Musa memastikan Bantuan Sosial Beras (BSB) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yang mendapatkan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dari pemerintah.

“Giat ini dalam rangka monitoring saya setalah menerima informasi dari beberapa masyarakat adanya bantuan beras KPM PKH yang kurang layak untuk dikonsumsi. Hari ini ada empat desa yang saya kunjungi, Desa Sukatani dan Desa Cikeusik Kec. Wanasalam, Desa Sumberwaras dan Desa Pagelaran Kec. Malingping,” ujar Musa Weliansyah yang merupakan Wakil Ketua Fraksi PPP DRPD Lebak melalui keterangan tertulisnya. Senin (28/09/2020).

Menurut politisi partai Ka’bah ini, bantuan sosial beras di empat desa tersebut dinilai beras standar medium yang sering di jualan dipasaran.

“Kalau kita cek memang beras standar medium. Namun, sepertinya beras ini terkesan campuran. Sering ditemukan dipasaran, ternyata ketika di cek di lapangan masyarakat tidak mengerti antara beras medium dan beras premium. Beras yang katanya bau itu ternyata bau dedek dari gabah,” tuturnya.

Musa mengajak, agar dinas maupun pendamping yang menangani bantuan di bidang sosial memberikan pengertian tentang jenis beras. Agar masyarakat tau tentang jenis beras hingga kualitas beras.

“Kita harus sama-sama memberikan edukasi kepada masyarakat. Karena BSB untuk KPM PKH ini beras yang sama dengan program BPNT. Jadi selama dua tahun beras BPNT itu beras jenis medium. Terkadang memang beras medium ada saja yang memberikan lebel premium. Mungkin agar supaya dinilai beras mahal dan kualitas yang bagus. Padahal kenyataanya itu beras medium,” jelasnya.

Selain itu Musa mengaku, akan melakukan giat di beberapa desa jika adanya laporan beras tak layak dikonsumsi. Ia, menghimbau agar masyarakat tenang dan lebih baik melaporkan kepadanya.

“Untuk penerima program BSB KPM PKH. Agar tetap tenang jika memang ada yang penerima bantuan beras kurang layak untuk dikonsumsi. Nantinya kita sama-sama pertanyakan kenapa bantuan berasnya tidak layak dikonsumsi tapi didistribusikan,” ungkapnya.

Musa juga mengajak, agar semua pihak sama-sama melakukan pengawasan kepada terhadap program BSB untuk KPM PKH di Kabupaten Lebak.

Sementara itu, Kepala Perum Bulog Sub Divre Lebak Pandeglang, Meita Novariani mengatakan, jika beras yang disalurkan saat ini adalah hasil giling dari gabah petani.

“Saat ini BULOG mengutamakan pembelian gabah petani dengan harapan meningkatkan perekonomian petani dan memberikan kepastian harga. Hadirnya BULOG kembali dalam bantuan sosial, memberikan harapan kembali untuk petani menjual gabahnya dengan harga yang sudah ditentukan pemerintah, jadi tidak lagi menjual ke tengkulak dengan harga yang rendah,” kata Meita melalui pesan WhastApp.

Kemensos saat ini kata Meita, telah menunjuk PT. BGR sebagai transporter dalam penyaluran BSB. dimana kewajiban transporter menyalurkan beras draripintu Gudang BULOG sampai ke KPM.

“Untuk itu pengecekan kualitas dan kuantitas beras dilakukan di gudang yang ditunjuk BULOG. jadi sebelum penyaluran ke KPM, pendamping PKH dan transporter wajib menyaksikan, dan ini adalah bagian dari quality control suksesnya program ini,” ujarnya.(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here